Day 6
Tautan Narablog Edisi Ramadhan
Tautan Narablog Edisi Ramadhan
Riuh
Medan, 27 Februari 2026 | Yudha Sansena
Banyak hal yang membuat kita terdistraksi: dana sosial, bangga jadi WNI (Warga Negara Inggris), hutan sawit, sampai yang paling bengis dimana pemerintah kita bergabung dengan diplomasi yang menurutku sulit dimengerti. Kali ini tidak ada cerita seperti biasa tentang Jhon dan kroco-kroconya. Kali ini aku ingin sedikit ruang dimana kalian bisa tau apa isi kepalaku dengan gamblang.
Isi kepalaku saat ini lumayan plenger jika kubawa ke semua kondisi. Belum ada yang bisa memahami isi kepalaku sepertinya. Ramadhan ini membawaku ke jalan yang baik, dimana aku punya waktu rehat menyendiri di ruangan kubus berwarna pink ini cukup lama selama sebulan. Yang biasanya aku naik pitam dengan banyak hal pekerjaan, tuduhan tidak mendasar hingga rekan kantor yang suka saling sikut. Kali ini aku bisa tenang dan mengabaikan semuanya.
Semua orang sudah sering menjadi nabi palsu, berbicara untuk menenangkan namun pada dasarnya hipokrit. Tidak ada perbuatan yang tulus selain untuk mengais validasi agar bisa menggapai hidup lebih asri. Aku paham, semakin dewasa hidup seperti menghindar dari yang kita impikan. Semakin baik posisi yang kita gapai ternyata tak semuanya baik seperti yang kita inginkan sebelumnya. Dan aku ada dititik kalau waktu kosongku akan selalu berharga untuk diriku sendiri semenit sekalipun, gak peduli seberapa banya uang yang kuterima sepanjang hari.
Aku ingin, melepaskan kepalaku sejenak.
Aku ingin, menikmati secangkir kopi sambil meluruskan kaki setelah tarawih.
Aku ingin, tidak mendengar orang yang memaki ketika bekerja.
Aku ingin, setiap kewajiban yang dilakukan memenuhi hak tanpa ada side job tambahan.
Untuk kamu yang membaca tulisan ini, aku rasa juga belum tentu memahami isi kepala ini. Jikalau kamu paham, mungkin kamu mestinya berhenti berharap bahwa dunia ini akan baik-baik saja. Tidak ada zona aman yang bisa kita nikmati kedepannya. Percayalah ini hanya permulaan kecil untuk menyambung hidup yang besar. Tidak ada yang kesia-siaan setelah apa yang sudah kamu alami. Segala kesulitan bersamaan dengan kemudahan. Tapi ingat, kebaikanmu akan kembali padamu dan keburukanmu akan kembali pula padamu.
Aku gak ingin jadi sok suci disini seperti nabi-nabi palsu lainnya. Aku disini hanya menyampaikan riuhnya isi kepalaku.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir, semoga kamu mendapat hal baik kedepannya.